Bawaslu Mengendus Sejumlah Parpol di Kabupaten Bandung Libatkan Kades Jadi Anggotanya

INIBANDUNG.COM – Sejumlah partai politik (parpol) di Kabupaten Bandung terendus melibatkan sosok kepala desa (kades) masuk menjadi para pengurus struktural dan anggotanya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Kahpiana dalam keterangannya kepada wartawan, Senin 1 Agustus 2022.

Untuk itu, Kahpiana mengimbau seluruh kepala desa untuk tidak ikut ambil bagian dalam struktur maupun keanggotaan partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024.

“Parpol harus bisa mengantisipasi bila anggotanya berstatus seperti yang dilarang tersebut ditemukan oleh KPU maupun Bawaslu pada saat verifikasi,” ungkapnya.

Menurut Kahpiana, seorang kepala desa adalah bagian dari pemerintah desa yang dibantu perangkat desa sebagai unsur penyelenggara di pemerintahan desa.

“Dengan demikian, kepala desa mempunyai peran penting dalam kedudukannya sebagai kepanjangan tangan negara yang lebih dekat dengan masyarakat sekitar,” tutur Kahpiana.

Sebagai kepanjangan tangan negara dan sebagai pemimpin masyarakat, lanjut dia, kepala desa ini dilarang untuk berpolitik dalam arti menjadi pengurus partai politik.

“Aturan eksplisit yang mengatur larangan kepala desa untuk menjadi pengurus parpol ini terdapat di Pasal 29 huruf g UU Desa,” ucap Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung.

Ada beberapa kemungkinan, kata dia, kades namanya masuk dalam Sipol (Sistem Informasi Parpol) KPU. Pertama, secara sengaja yang bersangkutan aktif di partai.

“Atau (kemungkinan kedua) nama kepala desa yang bersangkutan dicatut oleh partai politik (parpol) tanpa sepengetahuan yang bersangkutan,” ujar Kahpiana menandaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.