Jadi Ketua IDI Kabupaten Bandung, Aziz Asopari Bakal Masifkan Sosialisasi Prokes

INIBANDUNG.COM – Pengurus IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Bandung periode 2022-2025 resmi dikukuhkan. Dalam acara pelantikan di Hotel Sunshine, Soreang itu, Aziz Asopari didaulat jadi ketua yang baru.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Aziz Asopari mengatakan program yang menjadi skala prioritasnya dalam jangka pendek ini adalah menuntaskan penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung.

“Kasusnya masih diangka sekira 30%, sedangkan angka normal dari pusat minimal 14% terbilang normal. Mengingat masih ada selisihnya sekira 16% maka perlu dikawal,” ungkap Aziz Asopari, Minggu 17 Juli 2022.

Aziz berharap semua pihak yamg ada di Kabupaten Bandung secara bersama sama bersinergi dengan IDI sehingga persoalan Covid-19 ini dapat segera diselesaikan lebih cepat ditengah adanya varian virus baru.

“Kami akan melakukan sosialisasi lagi secara masif dan memberikan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Bandung terkait covid 19, Bagaimana pencegahannya serta bagaimana menghindarinya,” kata dia.

Saat ini, menurut Aziz, masyarakat sudah hampir tidak mengindahkan protokol kesehatan sehingga angka kasusnya naik. Oleh karena itu, IDI Kabupaten Bandung kembali mengingatkan tentang prokes.

“Mari mentaati aturan protokol kesehatan aalah satunya memakai masker serta berpola hidup bersih dan sehat. Ayo kita laksanakan pencegahan penularan Covid-19 khususnya di Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Cakra Amiyana mengucapkan selamat kepada Azis Asopari yang kini diberi amanah menjadi Ketua IDI Kabupaten Bandung periode 2022-2025. 

“Diharapkan dengan hadirnya sosok baru ini IDI dapat membantu mewujudkan visi misi Kabupaten Bandung. Semoga dalam melaksanakan tugas pengurus baru tetap mengedepankan pelayanan terbaik,” katanya.

“Kami ingin pengurus yang baru dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, sehingga derajat kesehatan pun akan terus meningkat, khususnya di masa transisi Covid-19 ini,” ujarnya menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.